Talo, 16 Februari 2026 – Menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Desa Talo bersama warga masyarakat menggelar kegiatan kerja bakti massal pembersihan bak penampung air desa yang berlokasi di Tamping, pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada kebersihan infrastruktur, namun juga menjadi momen edukasi bagi warga untuk lebih disiplin dalam penggunaan air bersih, khususnya terkait kebiasaan menutup kran setelah digunakan.
Kegiatan yang diikuti oleh perangkat desa, Karang Taruna, dan perwakilan warga ini bertujuan memastikan ketersediaan air bersih yang layak selama bulan puasa, di mana kebutuhan air untuk masak, sahur, berbuka, dan bersuci meningkat signifikan.
Menjaga Air Adalah Bagian dari Ibadah
Anggota BPD Desa Talo, Dedi Djamarun, yang turut turun langsung membantu pembersihan, menyampaikan pesan penting terkait temuan di lapangan. Selama proses pengurasan bak, terlihat bahwa debit air sering kali tidak stabil bukan karena sumber yang kering, melainkan karena banyak kran air di fasilitas umum maupun rumah warga yang dibiarkan mengalir terus menerus.
"Menyambut Ramadan ini, kami ingin mengajak warga untuk lebih sadar. Kami menemukan masih banyak kran yang tidak ditutup setelah digunakan. Padahal, air ini milik bersama. Menjaga agar air tidak terbuang sia-sia adalah bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian kepada tetangga yang mungkin membutuhkan," ujar Dedi di sela-sela kegiatan.
Ia menekankan bahwa efisiensi penggunaan air sangat krusial. Jika satu kran dibiarkan terbuka, tekanan air bagi warga di ujung saluran akan berkurang, yang dapat mengganggu kenyamanan ibadah warga lainnya.
Gotong Royong dan Edukasi Berjalan Bersamaan
Suasana kerja bakti berlangsung hangat. Warga terlihat bahu-membahu menyikat dinding bak, mengangkat lumpur, dan membersihkan saluran masuk air. Di sela-sela istirahat, warga desa membagikan imbauan lisan kepada warga lain untuk membiasakan diri memeriksa kran air di rumah masing-masing.
Salah satu tokoh masyarakat, Ilham Lamaini, menyambut baik imbauan ini. "Betul sekali. Kadang kita lupa menutup kran karena terburu-buru. Mulai sekarang, terutama di bulan Ramadan, kita harus saling mengingatkan. Biar airnya cukup untuk semua warga sampai lebaran," ungkapnya.
Langkah Tindak Lanjut
Pemerintah Desa Talo menyatakan bahwa setelah pembersihan ini, bak penampung telah kembali diisi dan kualitas air dipastikan layak pakai. Namun, keberlanjutan ketersediaan air sangat bergantung pada perilaku warga.
Desa Talo mengimbau masyarakat untuk:
- Wajib menutup kran air segera setelah penggunaan selesai.
- Memeriksa kebocoran pada instalasi air di masing-masing rumah.
- Saling mengingatkan jika melihat kran umum dibiarkan mengalir tanpa keperluan.
- Melapor ke dusun jika menemukan kerusakan pada fasilitas air desa.
Dengan kebersihan bak penampung yang terjaga dan kesadaran warga yang meningkat, Pemerintah Desa Talo berharap seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lancar, tenang, dan cukup ketersediaan air bersihnya.
(Tim Redaksi Desa Talo)
#DesaTalo #RamadanBerkah #KerjaBakti #HematAir #AirBersih #KabarDesa #PeduliLingkungan
Elfin Gulo
28 Februari 2026 23:35:43
Apakah penggunaan lahan milik masyarakat harus dibeli oleh pemerintah? ...